Belajar Ikhlas Mencari Jodoh Dari Kisah Siti Hajar | Diary Anak Kampung
Powered by Blogger.

Belajar Ikhlas Mencari Jodoh Dari Kisah Siti Hajar

Belajar Ikhlas Mencari Jodoh Dari Kisah Siti Hajar - Atas Tuntunan atau petunjuk Allah, Nami Ibrahim menempatkan Istrinya Siti Hajar dan anaknya Ismail kecil, di suatu lembah, gurun pasir yang tidak bertuan. Sebuah tempat yang gersang, dan tidak ada kehidupan lain selain dirinya dan untuk mengawali titik kehidupannya di lembah itu.

Dalam perintah suami, Siti Hajar tidak merasa sedih, penuh penyesalan dan tidak ada rasa kemarahan sedikitpun, dan bahkan Siti hajar harus melalui episode yang menegangkan dalam hidupnya. Sebuah episode kehidupan yang Allah abadikan dalam ibadah Haji dan umroh yaitu sa'i.

Ketika itu Ismail kecil menangis kencang, merengek kepanasan dan kehausan, sebagai seorang ibu Siti Hajar tentunya sangat kalut dan panik kebingungan, harus kemana mencari air. Gurun pasir yang panas dengan terik matahari terkadang terlihat seperti ada bayangan air, dari situpun siti hajar berlari menuju bukit itu, tetapi setelah nyampai di bukit itu ternyata airpun tidak ada. 

 Jodoh Diaryanakampung.com
Ilustrasi #Diaryanakampung.com.
Siti Hajar pun berlari lagi menuju bukit yang satu nya lagi, ternyata dibukit itupun tidak ada, siti hajarpun tidak putus asa dan beliapun berprasangka baik mungkin di bukit tadi tidak terlihat airnya sehingga beliau balik lagi ke bukit yang pertama, dan memang airpun tidak ditemukan. Tidak putus asa sampai disitu Siti hajar pun kembali lagi ke bukit yang kedia sehingga sampai tujuh kali bolak balik, dan bukit itu yang dinamai Bukit Shaffa Dan Marwah.

Sesampainya di bukit Marwah untuk yang terakhir kalinya terdengarlah gemercik air dekat tubuh Ismail kecil. Hadirlah mata air yang disebut Air Zam-zam yang tidak hanya menghapus rasa haus Ismail dan Siti Hajar, namun juga dinikmati oleh generasi berikutnya hingga saat ini.

Ada pelajaran Ikhlas Mencari Jodoh buat kita, dimana kita dituntut untuk berikhtiar menghadapi masalah. Siti hajar telah melalui hal yang membuatnya kalut atau panik dan kini mendapatkan solusinya untuk Ismail.

Sama seperti Jodoh kadang kita kalut dibuatnya, bahkan terkadang jodoh itu ketika di kejar malah semakin menjauh dan semakin menjauh. Maka tidak ada salahnya kita belajar dari kisah Siti Hajar dan berikut pelajaran yang bisa kita ambil :

Berprasangka baik Atas Ketetapan Allah

Titik tolak prasangka baik ini adalah salah satu yang mendorong Siti hajar untuk yakin dan tetap percaya bahwa Allah itu ada bersamaNya. Bahkan beliau yakin ini adalah ketetapan yang baik yang Allah berikan, walau secara kasat mata beliau di tinggalkan di lembah yang tidak bertuan.

Begitupun dengan pencarian jodoh kalian, urusan kita untuk bergerak, ndak usah pusing "JODOHNYA" akan ketemu dimana, siapa, kapan, orang mana dan seperti apa.

Sahabat, tidak ada hasil bukan berarti tidak ada progres, seperti pohon bambu, dalam 3 tahun pertama, tidak ada pertumbuhan yang terlihat, tapi akarnya sedang bertumbuh kebawah, menjadi pondasi, setelah akar kokoh barulah bambu mulai bertumbuh.

Jika ada jalan bergerak bergeraklah, jika ada jalan ikhtiar ikhtiarlah, sekiranya Allah udah menilah kita bergerak maksimal, Maka Allah akan tunjukan Jodoh kita dari titik yang tidak kita sangka.

Sahabat, aksikan yakinmu, aksikan doamu, aksikan rencana baikmu, sekuat kamu bisa berlari, sebanyak apapun yang bisa kamu perbuat. Yakinlah "JODOH" akan Allah pertemukan denganMu.

BACA JUGA :

Jevisa Guntur Gunawan

Hallo Dunia, Terimakasih sudah mengunjungi Blog saya, saya ingin menulis sesuatu yang katanya sedikit penting, walaupun sebenarnya tidak begitu penting untuk ditulis dalam blog ini, namun karena banyak cerita yang ada, saya ingin menulisnya sebagai bagian dari kehidupan yang nantinya tidak akan terlupakan. MY QUOTES >> BECAUSE SOMEDAY, I WILL DISAPPEAR LIKE A SHADOW IN THE DARK NIGHT.

0 Response to "Belajar Ikhlas Mencari Jodoh Dari Kisah Siti Hajar"

Post a Comment

KOMENTAR ANDA ADALAH TANGGAPAN PRIBADI, KAMI BERHAK MENGHAPUS KOMENTAR YANG BERSIPAT KATA KATA PELECEHAN, INTIMIDASI, DAN SARA. TERIMAKASIH

Followers